FREKUENSI MODULASI

Frekuensi Modulasi (FM)

Synthesis dengan frekuensi modulasi awalnya dilakukan oleh seorang komposer John Chowning di universitas Stanford pada akhir 1960-an. Synthesis frekuensi modulasi prinsipnya sama dan didasari seperti tranmisi radio Fm . Percobaan pertama Cowning adalah mempergunakan sebuah sinyal audio ( dikenal dengan modulator) untuk mengontrol sebuah frekuensi osilator (dikenal dengan sebutan pembawa /carrier) untuk menghasilkan spektrum bunyi yang kaya.

Terdapat beberapa ariasi rancangan untuk instrumen FM. Bentuk instrumen FM yang paling dasar dibentuk oleh dua osilator yaitu satu osilator modulator dan satu osilator pembawa/carrier (lihat gambar 1.1). Pada gambar tersebut menunjukan konfigurasi FM sederhana yang mampu menghasilkan jangkauan yang beranekaragam dengan timbre tersendiri. Instrumen FM yang lebih komplek dihasilkan melalui kombinasi bermacam-macam modulator dan carrier

Frekuensi Modulasi sederhana

Gambar 1.1 menggambarkan arsitektur rancangan FM sederhana. Output atau keluaran dari modula tor diimbangi oleh sebuah masukan yang konstan, yang diwakilkan oleh fc, dimana hasilnya di aplikasikan untuk mengontrol frekuensi carrier, jika amplitudo modulator sama dengan 0 maka tidak akan terjadi sebuah modulasi. Dalam kasus ini maka output dari carrier akan menghasilkan hanya sinus sederhana dengan frekuensi dari fc, kebalikannya jika amplitudo modulasi lebih besar > dari 0 maka akan terjadi modulasi dimana output dari carrier akan menjadi sebuah sinyal yang simpangan nya proposional terhadap “amplitudo” modulator. Kata amplitudo dengan tanda kutipan disini berarti merujuk pada sebuah parameter dalam teori frekuensi modulasi yang di dalam faktanya sering menggunakan satuan Hz tidak lagi dB dengan nama spesial yaitu frekuensi deviation (selisih simpangan frekuensi) yang diwakilkan dengan huruf d.

Parameter untuk instrumen FM yang digunakan dalam gamabar 1.1 adalah:

deiation / selisih simpangan

fm = Frekuensi modulator

ac= amplitudo carrier

fc= offset frekuensi carrier/pembawa

Posted Image

Peran dari frekuensi deviation dan frekuensi modulator seperti di ilustrasikan dalam gambar 1.2. Parameter kedua-duanya dapat merubah secara drastis bentuk gelombang carrier. Jika selagi frekuensi modulator konstan maka akan terjadi penambahan frekkuensi deviation/simpangan .kemudiaan periode dari output carrier akan bertambah luas dan terimbas proposional terhadap frekuensi deviation. Jika frekuensi deviation tetap konstan dan frekuensi modulator bertambah naik maka kecepatan rata-rata frekuensi modulator bertambah cepat

Posted ImagePosted Image

Menghitung frekuensi untuk parsial

Spektrum untuk bunyi Fm diperoleh dari output offset frekuensi carrier(fc) dan sejumlah partial dari tiap-tiap sisi lainnya, ruang pada sebuah jarak yang sama terhadap modulator frekuensi (fm). Partial di generalisasi pada tiap-tiap sisi samping frekuensi carrier biasanya disebutsideband pasangan sideband di kalkulasi sebagai berikut dimana k adalah bilanganbulat, lebih besar dari pada 0, dimana deret partial dihitung mulai dari fc

Posted Image
Gambar 1.3 spektrum dari sebuah bunyi FM FM disusun dari output offset frekuensi carrier(fc) dan sejumlah partial dari tiap-tiap sisi lainnya, ruang pada sebuah jarak yang sama terhadap modulator frekuensi.

Amplitudo untuk kebanyakannya di tetapkan oleh frekuensi deviation, dimana ketika tidak ada modulasi (d=0). Teori FM sebagai alat yang sangat membantu untuk menggontrol jumlah komponen dari audible sideband dan amplitudo tiap-tiapnya: modulation index/indeks

modulasibdiwakilkan dengan Indek modulasi merupakan sebuah rasio diantara frekuensi deviation/ simpangan dengan frekuensi modulator:

Mengontrol timbre untuk istrumen FM adalah terletak pada pengaturan dua rasio sederhana pada parameter FM. Satu rasio dianta frekuensi deviation dan frekuensi modulator. Yang kedua adalah rasio diantara offset frekuensi carrier dan frekuensi modulator yang dikenal dengan sebutan frekuensi rasio dan diwakilkan dengan . Frekuensi rasio merupakan alat bantu untuk mengimplementasikan phenomena yang terjadi pada instrumen konvensional. Jika rasio frekuensi dan indek modulasi dari sebuah instrumen FM sederhana constan tetapi offset frekuensi dimodifikasi maka kemudian akan menghasilakan bunyi dengan nada yang bervariasi tetapi timbre tidak berubah, makna rasio frekuensi ini lebih mudah untuk di ingat daripada makna nilai untuk fc dan fm secara terpisah.untuk contohnya fc = 220 Hz dan fm = 440Hz adalah rasio 1:2

tips:

Kasus 1 : jika fc sama dengan semua bilangan bulat dan fm sama dengan 1,2,3 atau 4, maka kemudian akan menghasilkan timbre yang memiliki sebuah nada tersendiri, dikarekan offset frekuensi selalu menyolok.

Kasus 2: jika fc sama dengan semua bilangan bulat dan fm sama dengan bilangan bulat yang lebih besar dari pada 4, maka kemudian modulasi menghasilkan harmonik parsial tetapi fundamental tidak menyolok

Kasus 3: jika fc sama dengan semua bilangan bulat dan fm sama dengan 1, maka modulasi

menghasilkan spektrum yang disusun oleh parsial harmonik, antara lain rasio 1:1 mengahasilakan seperti gelombang gigi-gergaji.

Kasus 4 : jika fc sama dengan semua bilangan bulat dan fm sama dengan bilangan bulat, kemudian modulasi menghasilkan spektrum dengan kombinasi parsial harmonik ganjil, contoh 2: 1 menghasilkan seperti gelombang squar

Kasus 5 : jika fc sama dengan semua bilangan bulat dan fm sama dengan 3, kemudian setiap harmonik partial ketiga dari spektrum akan hilang, contoh 3:1 akan menghasilkan seperti gelombang pulsa yang terbatas

Kasus 6 : jika fc sama dengan semua bilangan bulat dan fm tidak sama dengan sebuah bilangan bulat, maka kemudian modulasi menghasilkan parsial-non-harmonik, contoh 2:1,129 menghasilkan sebuah bunyi bell”metalik”

SUMBER:http://musiktek.com/index.php?/blog/39/entry-56-frekuensi-modulasi-fm/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s